Kamis, 06 Juni 2013

TUGAS GEOGRAFI


NAMA: Afifah Asri A.
Kelas: x-h
Materi: Dasar Pembagian Iklim


T.P. 2012 - 2013
                               
 
 
 
 
 
 
1. Iklim Matahari
 
 
 
      Klsifikasi iklim matahari berdasarkan banyak sedikitnya sinar matahari yang diterima suatu daerah dan terpengaruh oleh besar kecilnya garis lintang. Daerah yang memiliki garis lintang yang semakin besar, maka semakin sedikit sinar matahari yang diterima daerah tersebut dan sebaliknya. Iklim matahari merupakan satu-satunya klasifikasi iklim berdasarkan segi fisik, yakni garis lintang yang ada di bumi.
      Pembagian Iklim Matahari:
1)      Daerah Iklim Tropis           : 0o – 23,5o LU/LS
2)      Daerah Iklim Sub Tropis   : 23,5o LU/LS – 40o LU/LS
3)      Daerah Iklim Sedang         : 40o LU/LS – 66,5o LU/LS
4)      Daerah Iklim Kutub           : 66,5o LU/LS – 90o LU/LS
 
2. Iklim Koppen
 
 
Berdasarkan curaah hujan dan suhu
a.      Iklim A (Iklim hujan tropis): curah hujan tahunan lebih besar dari evapotranspirasi
Suhu bulanan terdingin adah 180 C
Iklim Am       : iklim musim
Iklim Aw        : iklim sabana
Iklim Af         : Iklim hutan tropis
b.      Iklim B (Iklim Kering): curah hujan tahunan lebih kecil
Bs: Iklim Stepa
Bw: iklim gurun
c.       Ikilm C(Iklim Sedang) Suhu bulanan terpanas > 100C terdingin -30C
d.      Iklim D (Iklim hutan salju) suhu bulanan terpanas > 100C terdingin 30C
e.      Iklim E (Iklim Kutub) suhu bulanan terpanas < 100C
 
3. Iklim Junghuhn
 
 
Iklim merupakan kondisi atmosfer yang dihitung dalam jangka waktu tertentu.  Beberapa ahli menggolongkan iklim berdasarkan kriteria tertentu. Franz Wilhem Junghuhn seorang berkebangsaan Jerman mengklasifikasikan iklim di Indonesia berdasarkan ketinggian dan jenis vegetasi yang tumbuh di daerah tersebut

Menurut Junghuhn klasifikasi daerah iklim dapat dibedakan sebagai berikut
1. Daerah panas/tropis
Ketinggian tempat antara 0 – 600 m dari permukaan laut. Suhu 26,3° – 22°C. Tanamannya seperti padi, jagung, kopi, tembakau, tebu, karet, kelapa, dan cokelat.
2. Daerah sedang
Ketinggian tempat 600 – 1500 m dari permukaan laut. Suhu 22° -17,1°C. Tanamannya seperti padi, tembakau, teh, kopi, cokelat, kina, dan sayur-sayuran.
3. Daerah sejuk
Ketinggian tempat 1500 – 2500 m dari permukaan laut. Suhu 17,1° – 11,1°C. Tanamannya seperti teh, kopi, kina, dan sayur-sayuran.
4. Daerah dingin
Ketinggian tempat lebih dari 2500 m dari permukaan laut. Suhu 11,1° – 6,2°C. Tanamannya tidak ada tanaman budidaya kecuali sejenis lumut.

4. Iklim Oldeman

     
     
      Klasifikasi iklim Oldeman tergolong klasifikasi yang baru di Indonesia dan pada beberapa hal masih mengundang diskusi mengenai batasan atau kriteria yang digunakan. Namun demikian untuk keperluan praktis klasifikasi ini cukup berguna terutama dalam klasifikasi lahan pertanian tanaman pangan di Indonesia.
 
     Oldeman membagi tipe iklim menjadi 5 katagori yaitu A, B, C, D dan E.

Tipe A : Bulan-bulan basah secara berturut-turut lebih dari 9 bulan.
Tipe B : Bulan-bulan basah secara berturut-turut antara 7 sampai 9 bulan.
Tipe C : Bulan-bulan basah secara berturut-turut antara 5 sampai 6 bulan.
Tipe D : Bulan-bulan basah secara berturut-turut antara 3 sampai 4 bulan.
Tipe E : Bulan-bulan basah secara berturut-turut kurang dari 3 bulan. 
 
5. Iklim Schmidt-Ferguson
    
      Schmidt Ferguson mengkasifikasikan iklim berdasarkan ukuran bulan basah, bulan lembab dan bulan kering. Kriteria tersebut mengacu pada jumlah curah hujan yang diterima setiap daerah.Klasifikasi iklim Schmidt Ferguson dikembangkan pada tahun 1950. Schmidt adalah guru besar dan pejabat Direktur Lembaga Meteorologi dan Geofisika di Jakarta, sedangkan Ferguson adalah seorang guru besar pengelolaan hutan Fakultas Pertanian Universitas Indonesia pada waktu itu. Mereka berdua membuat klasifikasi iklim ini dengan alasan sistem klasifikasi yang telah dikenal seperti Koppen, Thornwaite dan Thornwaite kurang sesuai dengan keadaan di Indonesia khususnya mengenai teknik menilai curah hujan. 

    Kriteria yang digunakan untuk menentukan bulan basah, bulan lembab dan kering adalah sebagai berikut :


Bulan Basah (BB) : jumlah curah hujan lebih dari 100 mm/bulan.
Bulan Lembab (BL) : jumlah curah hujan antara 60-100 mm/bulan.
Bulan Kering (BK) : jumlah curah hujan kurang dari 60 mm/bulan

     Schmidt dan Ferguson menentukan BB, BL dan BK tahun demi tahun selama pengamatan, yang kemudian dijumlahkan dan dihitung rata-ratanya. Penentuan tipe iklimnya mempergunakan tipe iklimnya dengan mempergunakan nilai Q yaitu:


Q : Banyak Bulan Kering  x 100%
     Banyak Bulan Basah


      Berdasarkan besarnya nilai Q, maka tipe iklim Schmidt Ferguson digolongkan ke dalam tipe berikut :